Setelah Imunisasi, Bayi Di Patampanua Kecamatan Matakali Meninggal Dunia

“Sebelum diimiunisasi, kemanakan saya sehat dan aktif. Setelah pulang Imunisasi di Puskesmas, kondisinya berubah.” kata indah saat dikonfirmasi tim redaksi sandeq.net, Selasa, [30/6/2020].

Polman – Nasib naas harus dialami oleh bayi atas nama Al Fattah yang baru berumur kurang lebih 3 bulan. Setelah menjalani Imunisasi tertanggal 25 Juni 2020, bayi pasangan Sultan dan Rosmianti ini harus meregang nyawa pada hari Senin, [29/9/2020] empat hari setelah Imunisasi.

Pihak keluarga merasa sangat terpukul atas kejadian ini. Menurut Indah [29 tahun, tante bayi malang ini menjelaskan bahwa sebelum dirinya bersama orang tua korban membawa Al Fattah ke Puskesmas Matakali untuk Imunisasi, Bayi Al Fattah dalam kondisi sehat dan aktif bermain.

“Sebelum diimiunisasi, kemanakan saya sehat dan aktif. Setelah pulang Imunisasi di Puskesmas, kondisinya berubah.” kata indah saat dikonfirmasi tim redaksi sandeq.net, Selasa, [30/6/2020].

“awalnya, setelah Imunisasi ada darah keluar dari bekas suntikan. Besoknya demam dan saya kira demam biasaji karena memang demam anak-anak kalau sudah diimunisasi. Tapi semakin lama, Al Fattah kejang – kejang dan tidak pernah berhenti menangis.” lanjutnya dengan nada sedih.

Indah juga menambahkan bahwa dirinya sempat bertanya-tanya dalam hati terkait prosedur pelayanan yang ia dapatkan. Menurut Indah, pengalaman ketika anaknya akan diimunisasi petugas kesehatan menimbang bayi terlebih dahulu lalu disuntik.

“biasanya, anak saya kalau mau diimunisasi, ditimbang dulu tapi ini cuma ditanya berapa timbangannya. Karena terus terang, Al Fattah ini kurang timbangannya. Petugasnya juga agak cuek. Habis disuntik petugasnya tidak ada yang memberi penjelasan. Nanti kami tanya, apakah sudah selesai baru ada jawaban bahwa sudahmi.” terang Indah.

Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Matakali, Ahmad mengklarifikasi bahwa kematian bayi Al Fattah bukanlah karena Imunisasi melainkan ada penyebab lain.

“kami barusan dapat kabar dari rumah sakit bahwa bayi meninggal bukan karena Imunisasi, diagnosa terakhir adalah bronchopneumonia.” terang ahmad, saat dikonfirmasi via WAG.

“Biasa kalo sudah divaksin BCG dianjurkan untuk tidak diganggu bekas suntikannya sampai terjadi abses, na ini ada katanya direndam dan di elus- elus bekas suntikannya.” Lanjut ahmad.

Karena berita jadi viral di media sosial, Pihak keluarga, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas akan melakukan pertemuan pada hari Rabu, [1/6/2020] pukul 09.00 Wita di RSUD Polewali.

“besok pihak keluarga, rumah sakit, dinkes dan pihak puskesmas akan melakukan pertemuan pukul 09.00 Wita di RSUD Polewali.” tutup Ahmad.

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *