Pengajian KKSS Sydney : Musibah adalah Bukti Kekuasaan Tuhan

sandeq.netpolman, Tidak ada satupun peristiwa yang berdiri sendiri, termasuk musibah, adalah bukti adanya kekusaaan Tuhan. Bahwa terjadinya musibah di negara ini yakni berupa kebakaran hutan yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan, telah menimbulkan banyak korban dan kerugian, baik di pihak manusia maupun makhluk lainnya. Upaya untuk memadamkan api sudah banyak dilakukan dengan berbagai daya dan usaha, akan tetapi tidak menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Sebagai warga negara Indonesia dan umat Islam yang berada di Australia, terjadinya kebakaran hutan dan semak serta turunnya hujan beberapa hari terakhir ini seyogyanya dijadikan sebagai bukti kekuasaan Allah SWT.

Akan tetapi berkat kekuasaan Allah SWT, yang menurunkan hujan dalam beberapa hari ini dan berlangsung secara menyeluruh di berbagai kawasan Australia, sehingga api yang membakar hutan dan semak menjadi padam. Ini adalah salah satu kesyukuran yang besar bukan hanya bagi umat Islam saja, akan tetapi bagi seluruh umat manusia yang ada di Benua Kangguru ini. Sehingga umat Islam seharusnya mengambil hikmah dari kejadian ini, bahwa benar-benar kekuasaan Allah SWT. itu berada di atas segalanya.

Demikian antara lain pokok pembicaraan yang disampaikan oleh Sheikh Dr. Amin Hady, Ketua Yayasan Studi Islam Australia yang juga Imam Besar Masjid Zetland Sydney, kemarin (19/01/2020). Beliau bertindak sebagai narasumber dalam pengajian dan silaturahmi yang diadakan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Sydney (KKSS) Australia, di Lapangan Rotary Park, Belmore Road North, Riverwood, New South Wales, Australia.

Ketua KKSS Australia, Firdaus Muis, mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya ini merupakan wadah untuk memperkuat silaturahmi dan persaudaraan warga Sulawesi yang berada di Sydney dan sekitarnya. Sebagian besar warga KKSS merupakan warga Indonesia yang sudah bekerja dan mendapat kedudukan sebagai permanen residen di Australia. Beberapa di antaranya pula ada yang sudah resmi menjadi warga negara Australia terutama yang sudah menikah dan lahir di sini. Terdapat pula sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan intansi pemerintah di Sulawesi yang sedang mendapat tugas belajar di Sydney dan sekitarnya.

“Kami di sini semuanya sudah bekerja, tinggal berjauhan, untuk bertemu satu sama lain sangat sulit. Itulah sebabnya kami mengadakan pengajian dan silaturrahmi sekali dalam sebulan. Kami juga mengikutsertakan anak-anak dan keluarga, agar saling kenal-mengenal sesama orang Sulawesi”, tambah alumni AKPER Muhammadiyah Makassar yang berasal dari Mapilli, Polewali Mandar Sulawesi Barat ini.

Tampak hadir dalam pengajian adalah Eddy Oesman Iskandar, salah seorang pendiri KKSS tahun 1998. Beliau adalah kelahiran Buntu Barana Suli Kabupaten Luwu dan alumni IAIN Alauddin Makassar tahun 1969 yang sudah bermukim di Australia sejak tahun 1975. Dalam acara pengajian tersebut, selain mendengarkan ceramah agama juga diadakan arisan ibu-ibu warga KKSS. Acara diawali dengan shalat duhur berjamaah di lapangan dan juga diakhir dengan shalat ashar berjamaah di tempat yang sama. Hadir sekitar lima puluh orang warga KKSS yang terdiri dari lima belas kepala keluarga.

Laporan : Haidir Fitra Siagian

Gwynneville, 20 Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *