POLMAN JAGO, JAGO APA ?

sandeq.netOpini, Jago adalah sebuah homonym karena artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama meski maknanya berbeda. Jago memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga jago dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Jago paling mudah kita pahami sebagai sebuah kekuatan utama. Kalau kita sandingkan dengan kata Polman sebagai suatu wilayah maka kita telah memberi framing bahwa Polman sudah jadi daerah yang kuat dan maju, atau bahkan telah menjadi pahlawan. Maknanya mungkin tak jauh beda dengan kata Ide malaqbiq yang menjadi slogan Sulawesi Barat.

Jika kita merinci-rinci, indeks pembangunan Manusia di polewali Mandar pada tahun 2017 adalah 62,35. Laju peningkatan IPM di Polman adalah yang tercepat di Provinsi Sulawesi Barat. Ini adalah sebuah kebanggan sebagai bagian dari Polewali Mandar.

kedua, tahun 2018 Polewali Mandar telah mendapat penghargaan Piala Adipura dari kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK) Republik Indonesia (RI). Hal tersebut merupakan kali pertama yang didapatkan Polman, sekaligus Piala Adipura pertama di Provinsi Sulawesi Barat.

Belum lagi prestasi-prestasi yang terdapat di sekolah-sekolah yang ada di Polman, seperti penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Sulawesi Barat. Ditambah dengan potensi wisata-wisata yang ada di Polman membuat Polewali Mandar semakin eksis dan terdepan. Dengan intensitas kebudayaan yang kaya akan adat istiadat, ditambah dengan gerakan Literasi yang kuat. Maka polman akan menjadi Kota terbaik nan indah untuk dijadikan sebagai kota Jago. Lantas apakah Jago hanyalah sebuah persoalan eksistensial tetapi melupakan yang esensial?

Mamuju memberikan data bahwa angka pengangguran di Sulawesi Barat mencapai 3,21% atau sekitar 20.000 jiwa dari jumlah angkatan kerja sebanyak 644.00 jiwa, dan penyumbang terbesarnya ada di Kab. Polman. Kedua, angka pernikahan dini di Provinsi Sulawesi Barat tertinggi di Indonesia. Terbanyak ada di Kab. Polewali Mandar. Kabupaten Polman dengan angka pernikahan dini pada perempuan dibawah umur 21 tahun sebanyak 34.941 orang, dan laki-laki dibawah usia 25 tahun mencapai 29.092 orang.

Harus diketahui bahwa dampak dari pernikahan dini akan menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan anak, dan berakhir pada sulitnya lapangan kerja. Pernikahan dini juga meningkatkan risiko penyakit kanker mulut rahim pada perempuan. Sulitnya mendapatkan pekerjaan juga diakibatkan karena pemerintah tidak menyediakan lapangan kerja, kedua pendidikan tidak mampu menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan. Bagaimana perkembangan dunia pendidikan yang ada dipolman? Seperti Mahasiswa, apakah mahasiswa mempunyai kepekaan sosial yang tinggi, apakah mahasiswa Polman punya minat baca yang tinggi? Lebih jauh kita bahas, Apakah Polman benar telah melestarikan budaya? apakah semua ini pernah difikirkan? kurangnya Literasi membuat generasi semakin acuh tak acuh terhadap perkembangan kemajuan pendidikan.

Di hari Ulang tahun Polman akan berakhir jadi apa? Apakah hanya akan mengadakan pesta-pesta, kegiatan seremoni dan pameran yang sampai sekarang tak jelas arah dan tujuannya? Bagaimana dengan kontribusi pemerintah terhadap gerakan Literasi ? sampai saat ini kita bertanya, sudah sejauh apa gerakan Literasi yang ada di Polewali Mandar. Beruntung dihari ulang tahun Polman yang ke 60 ini, peserta tamu undangan pada upacara peringatan Hari Ulang tahun Polman dihimbau untuk membawa buku dan di donasikan kepada masyarakat. Tetapi fakta yang terjadi dilapangan buku yang terkumpul hanya sekitar dua puluh buku dengan jumlah tamu undangan sekitar seribu orang. Setelah itu apalagi, apakah hanya akan berakhir dengan pesta-pesta dan foto-foto?

Penulis : Supriadi*

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Al – Asyariah Mandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *