Peringati Milad 53 Kohati, Korsp HMI-WATI Majene Adakan Dialog Publik

sandeq.net Majene, Korsp HMI-WATI Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Mejene memperingati Miladnya (Kohati) ke 53 dengan melakukan Diskusi Publik bertemakan “Perempuan Menjawab Tantangan dan Peluang Menghadapi Era Revolusi 4.0”.

Kegiatan berlansung di Kedai Murah By Pasta Kengen Majene tanggal 25 September 2019. Korps. HM-WATI disingkat KOHATI adalah badan khusus di dalam tubuh HMI yang bergerak sebagai organisasi kemahasiswaan dan sebagai organisasi keperempuanan.

Salah satu tugas penting Kohati adalah memberdayakan perempuan, mendidik dan membina perempuan dari segi ahlak dan intelektual. Narasumber Dialog Publik ini diantaranya Indriana Mustafa, S.Pd. (Komisioner Bawaslu kab. Majene), dr. Hj. Evawaty, M. Kes (Dosen Unsulbar), Nulaela, S.Pd, M.Si. (Dosen & Pengusaha) & Musdalipah (Ketua Umum Kohati cab. Majene).

Menurut Musdalipah, Ketua Umum Kohati cab. Majene, Berbagai masalah atau isu keperempuanan yang harus di selesaikan oleh perempuan itu sendiri diantara, bagaimana perempuan menjawab tantangan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Tema ini sengaja kami angkat karena melihat kondisi pada hari ini, kita sudah berada di era tersebut era revolusi industri yang ke empat yang ditandai dengan revolusi digitalisasi. Mesin digantikan oleh artificial intellegence (AI). Tadinya manusia yang berpikir, sekarang robot yang berpikir, dan ini akan sangat banyak terjadi dimasa yang akan datang”. Katanya

Senada dengan Musdalipah, wakil dekan II Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unsulbar, Nurlaela, S.Pd, M.Si, mengemukakan bahwasanya perempuan dalam menghadapi era 4.0 ada tiga hal yang harus dimiliki oleh perempuan.

“pertama, menjadi penduduk dunia dengan cara menguasai Bahasa Internasional. kedua, memiliki kepercayaan diri yang kuat dengan berwawasan luas, salah satu cara memiliki wawasan luas yakni banyak mambacadan ketiga, memiliki tiga kecerdasan yaitu, Intelektual Question, Emosional Question dan Sritual Question”. Kata Nurlaela yang juga berprofesi sebagai Pengusaha.

Sedangkan menurut dr. Hj. Evawaty, M.Kes, yang pernah menjadi Kepala Dinas DPPKB Kab. MajeneĀ  mengatakan bahwa tantangan itu adalah peluang untuk kita perempuan.

“Perempuan jangan jadikan tantangan sebagai hambatan, beradaptasi dengan perubahan adalah berpikir, memilih dan memutuskan”. Kata Hj. Evawaty kepada kader Kohati cab. Majene.

Reporter : Agung Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *