EMPAT TOKOH PEMUDA PALING BERPENGARUH DI KABUPATEN POLMAN : ANDI IAN, BUSYRA, SURYANANDA DAN ALAUDDIN BERSAING KETAT

sandeq.net polman, Polewali Mandar memang tak bisa dilepaskan dari yang namanya imperium peradaban dan tokoh-tokoh. Bukan hanya karena sejarah daerah tipalayo tersebut yang memang dipenuhi dengan perjuangan-perjuangan, tapi dari julukannya sendiri memang sudah menyiratkan seperti itu. Ya, Polewali Mandar adalah daerah yang melahirkan banyak Sosok tokoh Politisi ulung, tokoh Agama dan sejarah panjang tentang para intelektual serta heroisme.

Prof. Dr.H.Baharuddin Lopa, salah satu tokoh yang menjadi nama besar tanah Mandar ini, seorang pendekar hukum kondang tanah air. Namun sejatinya begitu banyak orang-orang hebat lain yang lahir di daerah tersebut, seperti Pahlawan Nasional Andi Depu, tokoh sentral Abad klasik Raja Todilaling, serta Ulama Kharismatik KH. Muhammad Tahir Imam Lapeo.

Para tokoh-tokoh Polman ini punya dedikasi yang luar biasa tak hanya untuk daerah kelahiran, tapi juga Indonesia. Namanya juga jadi kebanggaan negeri ini dimata dunia. Alhasil, hal ini pun jadi semacam kebanggaan tersendiri khususnya bagi warga Polman.

Lembaga Riset Milenial Progresif, telah melakukan riset sepanjang Tahun 2018-2019, tentang atmosfer sosiopolitik Polewali Mandar. Diantaranya mengenai tokoh pemuda paling berpengaruh di Kabupaten Polewali Mandar. Tokoh yang menjadi bidik riset adalah Figur Publik Yang bermur dari kisaran umur maksimal 26 sampai 31 tahun. Serta Tidak memiliki jabatan struktural dipemeritahan.

Adapun Pengaruh yang dimaksud tidak terbatas khsusus pada kekuatan Politik, melainkan mengenai tingkat popularitas ditengah masyarakat, elit dan lembaga Organisasi. Diantara Tokoh tersebut ialah, Andi Ian Rusali MP Ketua DPD KNPI Polman, Ustad Busyra Baharuddin Ketua GP Ansor Polman, Suryananda Ketua Pagar Nusa Sulawesi Barat, dan Alauddin Ketua Pemuda Muhammadiah Polman. Nah, berikut adalah latar gambaran tokoh Muda Paling berpengaruh Polman Tahun 2019.

  1. Andi Ian Rusali Masdar

Membahas keberadaan tokoh muda polman, tentu saja sosok yang satu ini paling mudah dilihat dalam salah satu lingkar kekuatan klan besar Polewali Mandar. Ya, pria bernama asli Andi Ian Rusali Masdar adalah Ketua DPD KNPI Polewali Mandar. Meski secara Popularitas tidak begitu kuat dimsyarakat bawah, tetapi Posisinya selain sebagai seorang ketua DPD KNPI Polman, Andi Ian merupakan putra dari gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dan Keponakan Dari Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar. Sehingga secara jejaring, pengahuruhnya tidak hanya bisa dilihat dari personalnya saja, tetapi buah fikirnya berpeluang besar mempengaruhi kebijakan. Pemuda yang berasal dari ibu kota Polman ini, selain berada dilingkar kekuasaan, dirinya juga sosok kharismatik berdarah bagsawan yang memiliki pertalian darah hingga ke kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju. Kekuatan Andi Ian dari segi jejaring politik, patron klien, ekonomi dan klan sangat mampu menjadi modal utama dalam ruang publik. Bahkan tidak menutup kemungkinan, dirinya sangat berpeluang pada kontesasi panggung Politik yang pernah ditinggalkannya, yaitu mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD Polman. Hingga saat ini, Ian diprediksi kuat mendampingi Petahana pada pilkda Mamuju mendatang.

2. Busyra Baharuddin

Seorang akademisi Universitas Alasyariah Mandar, terdidik dan dibesarkan dikalangan pesantren serta menjabat sebagai Ketua GP. Ansor Polman. Dikalangan Elit, sosoknya tentu tidak asing, ditambah lagi dirinya sangat jelas, memiliki nilai plus sebagai salah satu cucu dari KH Latif Busyra, Pimpinan Pondok Pesantren Slafiah Parappe. Pesantren terbesar di Polewali Mandar yang memiliki ribuan Santri. Popularitasnya bisa dibilang mengalahkan Andi Ian, namun dari aspek kekuatan politik tidak sebesar peluang Andi Ian. Meskipun gerakan grassrot bisa menjadi simbol kekuatan, utamanya dari dikalangan ulama dan santri. Ditambah lagi pasukan Banser terlatih dibawah komandonya adalah massa militan NU yang jelas berada dibarisannya. Mantan aktivis PMII polman tersebut berasal dari Campalagian, dengan melihat posisinya hari ini, memastikan dirinya tidak begitu sulit jika memutuskan ingin terjun dalam dunia pokitik praktis.

3. Suryananda

Pemuda yang satu ini adalah seorang Ketua Pagar Nusa Provinsi Sulawesi Barat. Pemuda ini, menjadi ketua termuda banom NU pencak silat di Tanah Air. Surya, secara popularitas bisa berimbang dikalangan tradisional tetapi sangat jarang di kalangan elit. Sikapnya yang tradisional membuatnya dalam ruang jejaring Elit sulit menekan kebijakan. Meski jejaknya adalah seorang kader PMII, jejaknya meninggalkan sejarah demonstran dimasanya.

Secara Alamiah, pengaruhnya tidak cukup dominan dari dua tokoh diatas, tetapi sikap tradisionalnya mampu mengikat Simpul pemuda dan kalangan tetua. Namun disisi lain, prinsip tradisionalnya mampu dielaborasi dalam segemen milineal. Militansi yang ditunjukkannya, yang didukung manajemen khsusus dalam mengimplentasikan dedikasi keahlian Bela diri dan menjalankan roda Organisasi yang cenderung Cultural, menjadikannya semakin matang dalam membangun konsolidasi. Pesilat NU dibawah Komando pemuda kelahiran Tinambung tersebut adalah modal penting baginya kedepan.

Dari dua Tokoh sebelumnya, surya belum menunjukkan dominasi pengaruh secara utuh, tetapi militansinya kedapan berkemungnan menjawab tantangan kabupaten Polman. Jika berminat, tak begitu sulit baginya untuk mencari partai politik yang akan menawari posisi khusus atau menjadi kader parpol menuju bakal calon Legislatif.

4. Alauddin

Tokoh muda ini Lahir di Lemo Desa Tonrolima kecamatan Matakali. Sebagai seorang mantan caleg PKS, Tokoh Muhammadiyah ini menjadi sosok yang diperhitungkan di Polewali Mandar. Jejaring partainya, dan kalangan pemuda Muhammadiyah yang digalangnya adalah basis pendukung utamanya.

Meskipun secara tradisional sosok Busra dan Surya tidak tertandingi olehnya, tetapi Alauddin adalah sosok yang kini menjabat posisi strategis di Pemuda Muhammadiyah. Ketua Pemuda Muhammadiyah dengan basis realnya, baik dari segi jejaring elit polman dan Sulbar tidak bisa dianggap remeh. Kegagalannya meraih kursi DPRD Propinsi, membuatnya semakin matang dalam membangun kekuatan massa dan basis ekonomi. Meski kemudian, harus diakui, karena masih begitu muda, maka tentu saja belum mampu menujukan eksistensi utuh sebagaimana tokoh muda lainnya diatas.

Deretan figur tokoh pemuda Polman di atas, kedepan diprediksi semakin menunjukkan tren pengaruh dan dominasi. Melihat ketatnya pergulatan mereka ini, sekaligus menjadi harapan bahwa, kedepan semakin banyak putra-putri polman yang mampu melejit seperti tokoh-tokoh di atas, dengan karya dan prestasi yang tak kalah membanggakan dari para pendahulu. ***

Sumber : FB Faturrahman Istisqa
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1950431088392953&id=638829679553107

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *