Sunarto, Guru Daerah Terpencil Mamuju Tengah, Berhasil Lulus Beasiswa S2 di Turki

sandeq.netMateng,Sunarto, adalah salah seorang guru terpencil yang mengabdi di SMP Negeri 7 budong-budong Mamuju Tengah. Ia berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri tepatnya di Turki melalui Beasiswa Turkiye Burslari Scholarship (YTB).

Beasiswa Turkiye Burslari Scholarship merupakan beasiswa yang sangat selektif dalam menyaring kandidat penerimanya.

Beasiswa ini ditawarkan untuk seluruh warga dunia dan seleksinya diadakan setiap tahun.
Menurut Sunarto, ia mengikuti seleksi beasiswa ini tidaklah mudah. Ada seleksi yang sangat ketat yang dilaksanakan oleh pihak pemberi beasiswa sejak bulan februari hingga Mei, Dimulai dengan seleksi Administrasi hingga seleksi wawancara.

“Pendaftarnya se-Indonesia lebih ribuan orang, dan saya tidak menyangka saya bisa masuk dalam 150 orang  yang dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti tahapan selanjutnya yaitu seleksi wawancara pada bulan mei kemarin. Hal ini karena saya menyadari bahwa saya hanyalah guru daerah terpencil yang ada di Mamuju Tengah. Namun saya tetap mengikuti proses seleksinya dengan usaha maksimal. Alhamdulillah ketika bulan Juli, saya dinyatakan lolos melanjutkan pendidikan S2 di Turki dengan Beasiswa”. Katanya yang juga sekretaris IGI Mamuju Tengah.

Sunarto mengaku bahwa bulan depan (september) dia akan berangkat ke Turki bersama dengan penerima beasiswa lainnya  yang jumlahnya sekitar 60 orang se Indonesia.

“Jadwal tiket keberangkatan saya ke Turki sudah ada, yaitu pertengahan bulan September, rencanaya saya mulai mengikuti program bahasa dan melanjutkan pendidikan master di Anadolu University, salah satu universitas terbaik yang ada di negara dua benua ini. Dengan mengambil jurusan manajemen pendidikan “.

Ia pun menambahkan bahwa programnya selama 3 tahun di Turki semuanya dibiayai oleh pemerintah Turki.

“Beasiswa ini membiayai tiket pesawat dari Indonesia ke Turki, ditambah lagi biaya program bahasa, biaya kuliah, asuransi, biaya buku, bahkan biaya hidup selama di Turkipun dibiaya juga”. Tutup Alumni Unasman ini.

Laporan : Rahmin Mahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *