Pelajar SMAN1 Majene Gelar Aksi “Gerakan SMANSA Mapaccing”

Oleh : Ahmad Rifaldi*

sandeq.netmajene, Sejatinya sekolah merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan menciptakan pelajar yang memiliki kecerdasan, pengetahuan dan akhlak yang mulia. Namun, untuk mencapai tujuan diatas perlu dibuktikan lewat aksi rill baik dilingkungan sekolah maupun dimasyarakat. Indikator dari keberhasilan dari suatu lembaga pendidikan bukan hanya dilihat dari tinggi atau besarnya nilai akademik yang kita dapatkan disekolah, Namun peran dan kontribusi apa yang  kita lakukan dalam menghadapi persoalan yang terjadi dilingkungan kita.

Akhir-akhir ini kita selalu dihadapkan dengan persoalan sampah yang kian hari kian memperihatinkan, lalu siapa yang patut disalahkan dengan problem sampah ini. Tentunya, kitalah sendiri yang menjadikan sampah itu sendiri menjadi problem kita, dan pada akhirnya kita juga yang terkena dari dampak negatif dari sampah tersebut. Namun,  kita tidak boleh mendiamkan masalah ini berlarut-larut dan pada akhirnya akan menjadi bom waktu yang nantinya akan berdampak pada kehidupan kita nantinya. Upaya untuk mengatasi masalah sampah ini tentunya kita telah memikirkan seperti apa jalan keluarnya. dan Pemerintah lewat Kementrian Lingkungan Hidup telah mencanangkan program Adiwiyata kepada sekolah yang ada di tanah air.

Lewat Adiwiyata sekolah ini diharapkan dapat mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dan adapun Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Program Adiwiyata harus berdasarkan norma-norma Kebersamaan, Keterbukaan, Kejujuran, Keadilan, dan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

SMAN 1 Majene adalah sekolah yang bisa kita katakan bahwa lingkungannya masih jauh dari kata bersih atau indah, dikarenakan masih banyaknya sampah organik atau non organik yang masih berserakan disekitar halaman sekolah, salah satunya di got-got kecil yang ada di sekitar halaman sekolah dan sektor-sektor lainnya.

Sehingga dibutuhkan kesadaran bagi para pelajar untuk menjawab permasalah ini. Maka dari itu kita sebagai pelajar harus sadar dan mempunyai inisiatif sehingga hal ini membuat kami para pelajar di SMAN 1 Majene membuat sebuah gerakan atau aksi peduli sampah yang terdiri dari anggota komunitas Adiwiyata, Pramuka dan MPK.

Gerakan tersebut diberi nama “Gerakan SMANSA Mapaccing”, nama tersebut lahir karena adanya gerakan pertama yang dilakukan di SMAN 1 Majene dengan mengumpulkan berbagai sampah yang dapat didaur ulang, contohnya bekas gelas minuman plastik, botol minuman, dan sampah plastik lainnya yang ada dilingkungan sekolah.

Tujuan utama dari gerakan ini ialah agar dapat membuat SMAN 1 Majene menjadi sekolah yang terbebas dari sampah, pengolahan sampah salah satunya kami memakai sistem atau tehnik Ecobrick agar sampah tersebut bisa berguna kembali oleh masyarakat.

Tentunya sebagai pelajar kita dituntun untuk melakukan hal yang baik dan berguna dimasyarakat serta mampu menyelesaikan suatu masalah yang terjadi, dan memberikan ide serta kontrobusi nyata dilingkungan kita.

Mengakhiri tulisan singkat ini, kami mengajak kepada para pelajar serta jajaran bapak dan ibu guru, marilah kita sama-sama sadar terhadap masalahan sampah ini dan ayo memilah sampah ini dengan baik untuk mewujudkan Smansa Majene yang Mapaccing atau bersih demi keberlansungan hidup kita bersama.

“Mua’ tania ita na sadar annaq tania ita na mappaccingngi passikolangatta, ya’ innai ruapa ?.

Ayo buat kata-kata menjadi nyata lewat aksi yang nyata !.

*Pelajar SMA Negeri 1 Majene

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *