KONI Polman : SOP Yang Dijalankan SMPN 3 Polewali Tidak Manusiawi

sandeq.netPolman, Masalah yang dihadapi Arya Muddatsir, siswa SMP Negeri 3 Polewali yang menorehkan prestasi di bidang Olahraga Cabang Karate mendapat sorotan dari Jamar Jasin Badu, Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam rapat hasil Rapat Dengar Pendapat [RDP] yang digelar oleh DPRD Kabupten Polewali Mandar, antara orang tua Arya Muddatsir dengan pihak sekolah SMPN 3 Polewali, pria yang akrab disapa JJB ini sangat menyayangkan sikap dari sekolah tempat Arya mengenyam pendidikan.

Dirinya pun mangatakan bahwa jika pihak sekolah tetap berdasarkan SOP yang ada, maka SOP tersebut tidaklah manusiawi.

“Jujur saja, SOP yang dijalankan oleh SMPN 3 Polewali tidak manusiawi.” ungkapnya.

Suasana RDP di DPRD Polewali Mandar antara Orang tua Arya Muddatsir dan Pihak SMPN 3 Polewali

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Polewali Mandar ini menjelaskan bahwa pihak orang tua sudah bermohon kepada pihak sekolah untuk dinaikkan bersyarat namun tidak diterima oleh pihak sekolah dengan alasan akan mencederai lembaga pendidikan di SMPN 3 Polewali.

“Harusnya, pihak sekolah bisa bijaksana. Disatu sisi, arya adalah putra daerah yang banyak menorehkan prestasi di tingkat Nasional dan Internasional, lagi pula orang tua arya sudah bermohon agar anaknya dinaikkan dengan bersyarat, kalau 3 buan tidak berubah, mereka siap anaknya dipulangkan.” tambahnya.

Dengan adanya kasus Arya Muddatsir, siswa yang berprestasi akan terbebani secara psiologi karena prestasi yang ditorehkan ternyata tak mampu membuat menjadikan dirinya baik di mata sekolah.

Pihak KONI akan terus mengawal kasus Arya sampai ada titik terang bahwa pihak terkait bisa memberikan support kepada Arya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi para atlet yang berprestasi di bidang kinestetik namun tidak mendapat perlakuan khusus sebagai atlet.

“Kami akan terus mengawal kasus arya. Hal ini kami lakukan sebagai upaya melindungi atlet – atlet kita yang berprestasi.” kata JJB.

Laporan : AMHM

Editor : Admin

1 Comment

  • Siswa SMK Polewali juga tidak diikutkan dalam o2sn dengan alasana karate tidak ada didalam jugnis padahal sangat jelas kalau cabang karate ada didalam jugnis yg lebih mengherankan lagi karna ada pembayaran sebesar 2 juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *