ARYA, Meski Bermandikan Medali Namun Kandas Di Sekolah

Armansyah, Orang tua arya saat memberi penjelasan kepada redaksi

sandeq.net – Polman, Arya, nama ini menjadi topik viral di beberapa media. Namanya menjadi viral atas masalah yang dihadapinya. yah, mungkin sudah banyak membaca kisah Arya yang berprestasi namun dinyatakan tidak layak naik kelas.

Oleh pihak sekolah dikatakan bahwa alasan tidak naiknya arya adalah karena karakter yang dimilikinya tidak baik. Ini jawaban yang disampaikan ketika RDP oleh perwakilan sekolah Arya mengacu pada rapat dewan guru. Dan beberapa alasan – alasan lagi yang menyatakan bahwa Arya memang tidak layak naik kelas.

Lalu apa tanggapan orang tua Arya ? dan bagaimana beban psikologi yang dihadapi Arya ?

Arya Muddatsir, Siswa berprestasi namun tak naik kelas

Kami sempat berdiskusi dengan orang tua Arya. Armansyah, ayah Arya menyampaikan bahwa dirinya juga tidak habis fikir bahwa anaknya akan mengalami hal ini.

Yang membuatnya [ayah arya] merasa sedih karena dia dan arya serta beberapa tim lainnya mandapat kabar ini ketika sedang mengikuti turnamen Karate di Surabaya mewakili Sulawesi Barat.

Dan kami [redaksi] merasa terharu ketika Armansyah mengatakan bahwa biaya mereka untuk bertanding di Surabaya dengan biaya sendiri dan terpaksa pulang dengan naik kapal air karena kasus ini.

“kami terpaksa pulang karena tidak mungkin Arya bisa bertanding dengan beban psikologi yang dihadapinya.”

Yah, ironi memang kasus yang dialami Arya dan ini menjadi dilema bagi Kabupaten Polewali Mandar. Seperti kita tahu semua bahwa Polewali Mandar masih masuk dalam Kategori Daerah Tertinggal, Terbelakang dan Termiskin namun disisi lain ada putra daerah yang telah mampu menorehkan prestasi yang meskipun tanpa ada sokongan dana dari pemerintah dan mengandalkan biaya sendiri, justru harus menerima kenyataan bahwa dirinya tidak naik kelas.

Apakah medali Emas yang diraihnya tidak mampu mengetuk hati pihak sekolah untuk memberi kesempatan kepada Arya untuk memperbaiki diri ?

Surat permohonan naik kelas sudah dibuat dan ditanda tangani oleh orang tua Arya, Arya, Ketua KONI dan FORKI Kabupaten Polewali Mandar ternyata tak mampu menembus relung hati pihak sekolah untuk ARYA.

Sebesar apakah kenakalan yang dilakukan ARYA ? sehingga seakan pintu maaf baginya tidak ada lagi. Sempat ada tawaran dari pihak sekolah untuk dipindahkan naik kelas namun bagi Arya, ia bangga menorehkan prestasi dengan Almamater SMPN 3 Polewali.

Yang lebih menyayat hati ketika dalam RDP di DPRD, arang tua Arya, Armansyah harus bercerita sesuatu yang harusnya ia sembunyikan.

“Jujur, baju arya sudah kusam dan sepatu arya sudah rusak, bukannya kami tidak mampu beli tetapi ketika kami mau belikan yang baru, Arya selalu berkata jangan sampai uang yang kita tabung tidak cukup untuk beli tiket mengikuti O2SN bulan Agustus mendatang. jadi, sudah 1 tahun ini kami menabung untuk beli tiket mengikuti O2SN.” tutur Arman dengan suara terseduh karena menahan air mata.

ARYA, satu diantara berjuta manusia yang telah mampu mengharumkan nama daerahnya namun tak mampu menjadikannya gemilang.

1 Comment

  • saya membenarkan apa yang di katakan armansyah (ayah arya) bahwa untuk biaya semua yang mulai berangkat sampai pulang di tanggung sendiri. saya pernah jadi rombongan setiap mengikuti kejuaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *