Coto Makassar Jadi Menu Utama Halal Bi Halal WNI Di Australia

sandeq.net internasional, Sebagai warga negara Indonesia yang sedang belajar di luar negeri, senantiasa ada keinginan bertemu sesamanya. Apalagi masih dalam suasana Idul Fitri 1440 H, suasana kehangatan dan kebersamaan adalah sesuatu yang dirindukan.

Hal inilah yang menjadi latar belakang sehingga warga Indonesia yang berada di Wollongong, New South Wales, Australia mengadakan silaturahmi dan pengajian hari ini, Sabtu [22/6/2019] waktu setempat. Acara diadakan di Graduate House Universitas Wollongong, Keiraville. Bertindak sebagai tuan rumah adalah keluarga dr. Nurhira Abdul Kadir, MPH, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar yang juga mahasiswa program doktoral di kampus UoW.

Menurut Diny Zulkarnaen, Ketua Jamaah Pengajian Illawarra (JPI), yang juga dosen UIN Sunan Gunung Jati Bandung, acara ini sudah rutin dilakukan oleh warga negara Indonesia di Wollongong. Selain itu, JPI juga mengkoordinir acara pengajian dan kegiatan sosial, termasuk kegiatan anak-anak. Selain mahasiswa, anggota JPI juga adalah warga negara Indonesia yang bekerja di Wollongong dan sekitarnya. Jumlahnya sekitar 50 orang yang terdiri atas 15 kepala keluarga.

Suasana kekeluargaan Warga Negara Indonesia [WNI] di Wallongong, Australia saat menyelenggarakan Halal Bi Halal

“Acara ini sudah rutin dilakukan oleh warga Indonesia yang ada di Wollongong. Dan JPI sendiri, sudah menjadi koordinator dalam setiap kegiatan pengajian dan kegiatan sosial.” ungkap Diny Zulkarnaen.

Sebagai tuan rumah yang berasal dari Sulawesi Selatan, Nurhira menyiapkan coto khas Makassar sebagai konsumsi acara. Hal ini dilakukan untuk mengobati kerinduan akan rasa masakan Indonesia. Juga menyiapkan pisang goreng ala Mandar. Berapa ibu lainnya juga membawakan makanan khas Indonesia seperti onde-onde, bakwan, dan otak-otak ikan.

“kami sengaja menyiapkan menu coto makassar untuk mengobati kerinduan teman-teman terhadap kampung halaman.”ungkap Nurhira.

Selain silaturahmi, acara juga dirangkaian dengan tadarrus al Qur’an anak-anak. Mereka terdiri dari anak-anak Indonesia yang ikut orang tuanya ke sini dan melanjutkan pendidikan di bebeberapa Sekolah di Wollongong.

Keiraville, Australia, 21.06.19

Penulis : Haidir Fitra Siagian, Ph.D
Dosen UIN Alauddin Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *