Yuki Permana, Legislator Sulbar Yang Terus Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat Kecil

sandeq.net – inspirasi, Yuki Permana, ST, satu dari 45 anggota DPRD Propinsi Sulawesi Barat yang terbilang pengawal aspirasi masyarakat kalangan bawah. Dalam rentang masa baktinya 10 tahun atau 2 periode, terbukti dirinya mampu menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat kecil. Sebut saja, jalan yang menghubungkan Desa Saletto Kecamatan Simboro dengan Desa Pangasaan Kecamatan Tapalang Barat Kabupaten Mamuju, daerah ini belum pernah tersentuh oleh pembangunan namun ketika mantan ketua DPW PKS Sulawesi Barat ini hadir di parlemen sulbar, dirinya gigih memperjuangkan jalan tersebut dan akhirnya masyarakat disana menikmati hasil perjuangannnya.

Pemilu April 2019 lalu banyak menyisakan cerita, mulai dari seorang caleg yang gagal hingga caleg yang berhasil lolos meraih kursi. ustadz Yuki, begitu sapaan akrabnya, adalah salah satu caleg yang tidak mendapat tiket untuk duduk di parlemen. Kegagalannya mencapai kursi parlemen bukan karena dirinya maju sebagai calon anggota DPRD Propinsi Sulawesi Barat melainkan dirinya maju sebagai calon DPD RI.

Ketika ditanya tentang alasan dirinya maju ke senayan melalui jalur DPD RI, aktivis dakwah ini dengan singkat menyampaikan bahwa dirinya harus maju ke jenjang yang lebih tinggi agar kemampuan untuk memberdayakan masyarakat semakin luas. Kalau di Level DPRD Propinsi hanya terbatas pada 1 (satu) kabupaten saja sedangkan yang ingin ia perjuangkan adalah masyarakat Sulawesi Barat secara keseluruhan.

“Kalau di DPRD Propinsi kita terbatas membantu namun kalau kita ketingkat lebih di atas, insyaaAllah cakupan kita luas untuk membantu.”

Saat ini, disisa masa baktinya di DPRD Sulawesi Barat, Tokoh sentral PKS Sulawesi Barat ini fokus memperjuangkan hak – hak masyarakat kecil. Mungkin banyak politisi yang kecewa ketika dirinya tidak lolos. Namun, berbeda dengan ustadz yang satu ini, justru di sisa akhir masa baktinya ia gigih memperjuangkan hak – hak masyarakat kecil. Salah satunya adalah memperjuangkan kelompok – kelompok tani untuk tahun anggaran 2020.

Redaksi pun penasaran tentang apa yang menjadi motivasinya memperjuangkan hal tersebut padahal ia sudah jelas tidak mendapat tiket menjadi legislator. Rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab ketika ia memberikan jawaban singkat.

“Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. dan di sisa masa jabatan, saya harus memperbanyak manfaat lagi.”

Demikian ungkapan sederhana yang dilontarkan namun penuh hikmah.

Yah, Ustadz Yuki Permana, tentu saja parlemen Sulawasi Barat akan merasa kehilangan sosok seperti dirinya. Seorang legislator yang mahir berdiplomasi dan pengayom masyarakat. Semoga di periode mendatang beliau kembali berkarya.

Penulis : Alauddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *